.

Pelabuhan Tanjung Emas Perlu Diperbesar


Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Emas
SEMARANG - Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah menilai kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang perlu diperbesar agar menjadi penarik utama investasi di daerah setempat. Kepala BPMD Jateng Yuni Astuti mengatakan sejauh ini infrastruktur di Jawa Tengah masih tertinggal jika dibandingkan dengan Jawa Barat dan Jawa Timur. Salah satu yang perlu segera ada pembenahan yaitu pelabuhan. Menurutnya, jika Pelabuhan Tanjung Emas bisa dikembangkan melebihi kapasitas saat ini maka dipastikan para investor akan tertarik untuk masuk di provinsi ini. Yuni mengatakan, bagaimanapun juga Pemerintah masih menjadi pendorong utama untuk pembangunan infrastruktur. Meski demikian, jika dilihat dari segi dana pembangunan maka besarannya relatif kecil. "Dalam upaya pembangunan infrastruktur ini bukan angka yang menjadi hal utama tetapi fungsi pendorong. Pemerintah harus mengerahkan seluruh tenaga untuk menangani infrastruktur umum, baik itu melalui dana APBD maupun APBN yang dialokasikan untuk Jateng," katanya, Jumat (23/1/2015).
Berdasar catatan Bisnis, pengiriman peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada 2014 sebesar 575.671 TEUs naik 15% dibandingkan pembukua
n 498.703 TEUs pada 2013. Sementara di sisi fasilitas, Terminal Peti Kemas Semarang di pelabuhan tersebut menambah 13 peralatan bongkar muat peti kemas. Beberapa peralatan yang akan hadir adalah dua unit Container Crane, 11 unit Automatic RTG. Adapun peralatan yang sudah tiba saat ini adalah 10 unit New Container Trailer Terbeg buatan Belanda assembly Malaysia, sedangkan rangkanya Kurindo buatan Indonesia. Sementara di sisi infrastruktur, pelabuhan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memperpanjang dermaga 105 meter menjadi 600 meter sehingga nantinya dapat dioperasikan tiga kapal besar secara bersamaan serta penambahan container yard seluas 5,3 hektare.

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *