Rabu, 15 Agustus 2012

Proyek Sistem Penanganan Banjir dan Rob di Kota Semarang

Selain proyek pembangunan waduk Jatibarang dan normalisasi sungai Banjir Kanal Barat, dalam sistem penanganan banjir dan rob di Kota Semarang, pemerintah juga sedang mengerjakan pembangunan polder-polder dan menormalisasi sungai-sungai yang ada di Kota Semarang.

Peta sistem penanganan banjir dan rob di Kota Semarang


Hal ini untuk mengurangi banjir dan rob yang sering melanda Kota Semarang. Beberapa proyek sistem penanganan banjir dan rob yakni ;

1. Semarang Pumping Station and Retarding Pond
Proyek yang terletak di Tanah Mas ini terdiri dari Kolam reterensinya seluas 6,8 Ha dengan saringan sampah selebar 40 meter yang dilengkapi dengan alat pengambil sampah otomatis setiap 10 menit sekali. Pengerjaannya dilakukan oleh PT Adhi Karya dan dibantu oleh JICA dimulai tahun 2012, ditargetkan selesai pada tahun 2013. Selain sebagai penanganan banjir dan rob di Kawasan Semarang Utara, nantinya juga digunakan sebagai tempat wisata.

Rendering

Progres Januari 2013


2. Polder Banger
Polder Banger merupakan salah satu proyek kerja sama antara Indonesia dan Belanda melalui lembaga Hoogheemraadschap van Scieland en de Krimpenerwaard (HHSK) untuk menuntaskan masalah banjir dan rob di Kota Semarang. Polder Kali Banger ini terletak di Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, dengan daerah tangkapan air seluas 527 hektar. Pembangunan konstruksi Polder Kali Banger memerlukan anggaran Rp 74 miliar dan keseluruhan investasi yang diperlukan untuk proyek Polder Kali Banger ini mencapai 565,28 juta dolar AS. Dan ditargetkan selesai pada tahun 2013 untuk mengurangi genangan di wilayah Kecamatan Semarang Timur dan sebagian Kecamatan Semarang Tengah. Proyek Polder Banger ini merupakan proyek percontohan (pilot project) dalam penanganan banjir yang dapat diterapkan di Indonesia maupun di luar negeri.

Maket Polder Kali Banger


Progres Januari 2013


3. Polder Tanjung Emas
Pengerjaan fisik proyek polder Tanjung Emas Semarang terbagi kedalam empat cluster sistem polder yang kesemuanya mengahabiskan dana internal Pelindo III sebesar Rp 180 miliar. Proyek ini guna mengatasai permasalahan rob yang sering menghambat aktivitas pelabuhan dan ditargetkan selesai pada 2014.  Sistem polder juga akan dibangun kolam retensi seluas 144 x 64 m dan dinding tanggul dengan tinggi 1,7 m, lebar 20 cm dengan elevasi 2,4 m LWS yang akan terintegrasi dengan kolam retensi seluas 9,24 hektare (ha) yang dibangun Pemkot Semarang di muara Kali Semarang.
Proyek pembangunan sistem polder termasuk bagian tahapan kedua dalam upaya modernisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terkait Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Peta Pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang


Progres Januari 2013




4. Normalisasi Sungai

Sementara itu untuk mengatasi masalah banjir di kawasan selain Kecamatan Semarang Timur, Pemerintah Kota Semarang bersama dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melakukan penanganan tersendiri. Selain pembangunan Waduk Jatibarang dan normalisasi Banjir Kanal Barat juga akan menormalisasi Kali Baru, Kali Asin dan Kali Semarang. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar